Alexander the Great: Was He a Muslim?

A little history lesson here.

Many muslim believed that Alexander the Great was a muslim. Unfortunately, he isn’t.

1. A Muslim (Arabic: مسلم‎) is an adherent of the religion of Islam. Alexander was born on 20th July 356 BC. Islam made its way to history in 6th century. How is it possible for him to become a follower of religion which existed 9 centuries after his death?

2. Alexander was a polytheist (many Gods) according to many books (Persian & Indian civilization). Islam’s concept is monotheist (one God).

3. In the Quran, Dhul-Qarnayn is commonly related to Alexander for building a gate to confined Gog & Magog (Ya’juj & Ma’juj). However, Islamic historian also noted that it could be the King of Persian, possibly King Cyprus the Great. The epithet was also familiar among the pre-Islamic Arabs, who applied it to at least three different kings.

Why is it important now? Because, in the today’s world, we are injected with deceitful word-of-mouth stories. It is our duty to seek what’s true and what not. So please, think, it is only an extension of mind.

Feel free to argue with me  ❗

ps: Left with a mug shot 🙄

Published by

NoktahHitam

I am web developer, who's main concern is to save the trees. Nonetheless

40 thoughts on “Alexander the Great: Was He a Muslim?”

  1. i did learn history about this.
    we couldn’t knew whether he is muslim or others~
    but, in the holy Quran, it’s stated that he buliding a gate for Ya’juj and Ma’juj. So, people would believed that he is a muslim.
    tapi. dia jugak terlibat dlm penyebaran kebudayaan hallenistik. hallenistik tuh campuran kebudayaan yunani dan parsi. kita tahu kn. kebudayaan yunani bukan salah satu dr kebudayaan islam. so~ Allahualam saja. 🙂

    helmie.’s last blog post..Fast Ranting.

  2. cuba baca buku rujukan yang lebih kearah keislaman patutla u all dapat fakta yg salah dan diputarbelitkan….diaorang ambil kesempatan atas nama yg sama lebih kurang zaman tu…kene ingat zaman tu islam blum wujud cuma menyembah pada yg satu yaitu ilmu tauhid yg diturunkan kepada rasul Allah dan nabi2…..cuba rujuk al-quran terang2 dah tulis yg menyatakan iskandar zulkarnain ni menyembah kpd agama Allah (agama Tauhid)

  3. Do you think I blurt anything without reading?

    Alexander the Great believes in MANY God. Agama tauhid merujuk kepada monotheist, Tuhan yg satu.

    Kalau sedara/sedari ada link yg sesuai utk dibace, sile ke-utarakan. Saya sudi berkongsi pendapat.

  4. here i’d like to make a correction. Whether or not iskandar zulkarnain is alexander the great, we may not know for sure.

    However, Islam wujud way before Nabi Muhammad s.a.w. Semua nabi2 dulu2 taught umatnya untuk menyembah tuhan yg satu, a.k.a Muslim.

    hubab’s last blog post..Purchasing Power Parity

  5. quran calls abraham (ibrahim in quran) a muslim, too! In quran it is said that the religion is one religion to god, islam. meaning that islam is not a religion brought by prophet mohumed (pbuh) unprecedentedly, what our prophet did, was to bring the “final” version of it to people. so jesus (pbuh) was a muslim and moses (pbuh) a muslim too. being in the right religion in any time is equivalent to be a muslim. from i had read also, alexander..iskandar..zulkarnain is 3 different person. The people still debate about this issue and i guess u cannot say ‘unfortunately, Alexander is NOT MUSLIM’. it is not the ultimate. we still can argue and provide many theories but Only God knows…

  6. care to share the verse saying Ibrahim is a muslim? Don’t be confused with tauhid and Islam. Islam has rukun and you must abide it to be a muslim.

    like I wrote, Alexander the Great was a polytheist.

    Islam existed somewhat 1400 years ago. Alexander lived 3,000 bc. How is it possible for him to know Islam after his death?

    I’ll say this again, Alexander was not a muslim. But he could be a monotheist (agama tauhid yg diturunkan oleh nabi2 sebelum Muhammad PBUH)

  7. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (QS. 2:132) .

    Nabi-nabi lain pun mendakwahkan ajaran Islam kepada manusia. Mereka mengajarkan agama sebagaimana yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hanya saja, dari segi syariat (hukum dan aturan) belum selengkap yang diajarkan Nabi Muhammad saw. Tetapi, ajaran prinsip-prinsip keimanan dan akhlaknya sama. Nabi Muhammad saw. datang menyempurnakan ajaran para Rasul, menghapus syariat yang tidak sesuai dan menggantinya dengan syariat yang baru.

    Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri”. (QS. 3:84)

    Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. Nama agama ini sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab Injil yang diajarkan Isa a.s.. Agama Yahudi pun telah menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah satu Suku Bani
    Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk dengan pemikiran para pendeta dan ajarannya ditinggalkan. Seluruh sumber nilai dari nilai agama ini adalah wahyu yang Allah turunkan kepada para RasulNya terdahulu. Dengan kata lain, setiap Nabi adalah muslim dan mengajak kepada ajaran Islam. Ada pun agama-agama yang lain seperti Yahudi dan Nasrani adalah penyimpangan dari ajaran wahyu yang dibawa oleh para nabi tersebut.

    Tauhid adalah konsep monotheism dalam Islam.Mengesakan Allah. Islam ada rukun iman yang antaranya percaya kpd rasul2 dan juga percaya kepada kitab2-Nya. kita pun belajar 25 rasul dalam Islam.

    Dan aku ulang lagi, Alexander The Great/Iskandar Zulkarnain/Iskandar/Zulkarnain mungkin polytheist dan mungkin monotheism (Islam).

  8. Alexander is not Zulkarnain. It just a Western agenda.
    Saya beri anda clues:

    1.Ayat Al Quran yg diturunkan adlah menjawab soalan wakil2 Yahudi utk menguji kenabian Muhammad. Taktiknya adalah mengemukakan soalan tentang perkara yg tidak diketahui oleh mana2 org Arab masa. Ini termasuk tentang Ashabul Kahfi dan Zulakarnain.

    2. Soalan yg di tanya adalah berkaitan tentang perkara AGAMA . Apakah nabi Muhammad itu utusan Tuhan?

    3. Cuba kaji Perjanjian Lama, maka anda lihat siapa dia yang disanjung oleh bani Israel dan menggelarkan beliau AQRANAIM.

    4. Alexander is late when wearing the horns. Who is the earlier?

    5. Alexander menakluk ke arah timur dan menakluk Timur Tengah sahaja.

  9. saya masih lagi keliru tentang siapakah iskandar dan siapa alexender..tolong ye para2 ustaz/ustazah tlg terang sat

  10. demo tak tahu Islam dan agama Allah. Monoethis tu merujuk ke satu tuhan i.e Allah., nabi-nabi bawa agama Allah dan Muhammad SWA penutup dan rasul akhir…. (demo tak tahu ke?) Iskandar Dzulkarnian menyembah dan t aat kepada Allah.

  11. Aduhai. Saya cakap pasal Alexander the Great, bukan Iskandar Dzulkarnain. Merujuk kepada buku sejarah, 2-2 org ini adalah orang yg berlainan. Yg dimaksudkan dalam Islam itu mungkin adalah seorang Raja di Arab atau Iraq, yang pasti bukan dari empayar Rome.

  12. ah ini mah membingungkan semuanya gak ada yang jelas..

    yang pasti bukan masalah agamanya..kita mah dah tahu kalau alexander zulqarnaen lebih dulu dibandingkan Muhamaad saw, jadi tentu agamanya cuma agama yang tauhid lah..yaitu agama yang diturunkan kepada Nabi dan Rasulnya dan keknya dia juga adalah Nabi tapi bukan Rasul, dan dia adalah pemimpin seperti di surat Kahfi..

    disini kita cuma pengen tahu.,.apakah si
    Alexander itu adalah si zulqarnaen yang diceritakan di Alqur;an..terus alexandria itu sama dengan iskandariah kah ? terus si Cyrus itu siapa lagi..?
    kerna ada tulisan tentang dia juga …

  13. Dlm buku ini dikata Cyrus the Great bukan Zulqarnain, dgn dua pertimbangan:
    1. fakta sejarah spt yg ditulis Herodotus Halicarnus (484-424SM), dlm buku The Histories, book I Clio, no.211bahwa Cyrus terbunuh dlm kempen perang di asia tengah. Cyrus dibunuh oleh Ratu Tomyres, ratu daripada bangsa Yakjuj Makjuj Scythian Massagetae. Berdasar fakta ini bagaimana seorang calon Zulqarnain dapat dikalahkan oleh Yakjuj Makjuj. Oleh itu Cyrus bukan Zulqarnain. (sila tengok laman 121-124 buku ni)
    2. Fakta Geografi, Kempen Cyrus menuju ke Barat menaklukkan kerajaan Lydia di Asia Minor (skrang Turki moden, di sebelah selatan Laut Hitam/Pontus Euxinus). Jika memang Laut Hitam itu adalah ‘ainin hammiah (mata air hitam berlumpur) maka Cyrus pasti tak dapat melihat matahari terbenam jika dia berdiri di sblh selatan laut hitam itu. Ini kerena Laut hitam berada pada 43 drajah U, sementara itu garis edar matahari paling utara adalah hanya sampai pada 23’5 drajah U, maka Siapapun tak dapat melihat matahari terbenam jika berdiri di selatan laut hitam itu. Cyrus boleh melihat matahari terbenam jika Cyrus berada di sebelah utara laut hitam, namun fakta sejarah membuktikan bahwa cyrus tidak pernah menginjakkan kaki hingga ke utara laut hitam. dan Memang Laut Hitam bukan mata air hitam berlumpur. (sila tengok buku ni laman 317-320, 371). Mata air hitam berumpur yang pernah ditemui oleh Zulqarnain ada di Mesir moden yang sekarang disebut “Qattara Depression” (mendapan Qattara) berkedalaman -134 m dari paras laut. lokasi ini pernah dijejak oleh Alexander the Great tahun 331 SM dalam kempen ke arah matahari terbenam (barat) bagi berdakwah kepada bangsa pagan kuil ammon di siwah oasisi.
    masih banyak lagi hujah ilmiah dlm buku ini yang membuktikan bahwa Cyrus the Great bukan Zulqarnain. Bacalah dulu baru beri kommen agar tidak jauh tersilap

  14. Sememangnya Alexander the Great (356-323 BC) adalah Zulqarnain Quranic berdasar buku yg tajuk nye: ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN: Pembebas Barat & Timur, Pembina Tembok Yakjuj & Makjuj”. sila tengok:
    http://pts.com.my/index.php/buku/alexander-adalah-zulqarnain/

    nih kandungan isi buku tu:

    ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN
    by.Muhammad Alexander @ Wisnu Sasongko

    MUQODIMAH: INI DIA ALEXANDER THE GREAT ZULQARNAIN KITA
    -Menemukan Kata Kunci penting kisah Zulqarnain dalam Tafsir Qur’an sebagai dasar pijakan Analisis Content (analisis matan / isi teks)
    -Metode Content Analysis untuk mengungkap kebenaran sejarah Alexander the Great sebagai Zulqarnain pada Teks Yunani-Romawi kuno (30 SM – 180 M) dan Peta Perjalanan Alexander

    BAB 1 : ALEXANDER THE GREAT DALAM TAFSIR QUR’AN
    -Zulqarnain dalam berbagai Tafsir Qur’an
    -Latarbelakang munculnya dua figur Zulqarnain: Iskandar Rum dan Iskandar Yunani
    -Iskandar hanya satu yaitu Alexander the Great dari Macedonia Yunani
    -Latarbelakang pendapat yang tidak mengakui Alexander sebagai Zulqarnain Qur’ani.
    -Ulama yang mengakui Alexander sebagai Zulqarnain Qur’ani
    -Kriteria atau Karakter Zulqarnain dalam Al Qur’an

    BAB 2: ALEXANDER THE GREAT DALAM TEKS YUNANI-ROMAWI KUNO: NAMA ALEXANDER DICEMARKAN
    -Semua penulis Yunani-Romawi kuno dan barat modern menganggap Alexander sebagai putra dewa Zeus
    -Sumber-sumber Referensi Kuno Sejarah Alexander the Great
    -Analisis Sanad membuktikan bahwa paganisme penulis Barat menjadikan Alexander sebagai penyembah berhala dewa-dewa
    -“Siapa” menulis “apa” dan “bagaimana”?
    -Nasib Alexander sama dengan nasib Isa Al Masih: keduanya dipertuhankan oleh Barat
    -Alexander mengatakan sendiri bahwa dirinya bukan putra Tuhan
    -Kepercayaan mengenai Anak Tuhan berasal dari paganisme penulis Yunani
    -Orang-orang bodoh Yunani & Barat menyebut Alexander sebagai ”God” dan ”Son of God”
    -Setelah Kematian Alexander, maka semua penganut Monoteisme di Yunani dibunuh
    -Alexander bukan seorang gay
    -Pada Zaman Alexander belum ada larangan minum minuman keras

    BAB 3: KONSTELASI KEKUASAN DUNIA (1010-330 SM) MENJELANG KEDATANGAN ALEXANDER THE GREAT
    -Imperium Bani Israel (1010-932 SM)
    -Imperium Assyria (910-612 SM)
    -Imperium Babilon – Media (612-549 SM)
    -Imperium Persia (559-330 SM)
    -Sinkronik Diakronik Mesir-Palestina-Yudea-Assyria-Babilon-Media tahun 700-550 SM
    -Yunani Berhadapan dengan Persia

    BAB 4: KELUARNYA YAKJUJ & MAKJUJ SCYTHIAN SEBELUM DATANGNYA ALEXANDER THE GREAT: PEPERANGAN RAJA-RAJA DUNIA MELAWAN YAKJUJ & MAKJUJ
    -Bangsa Yunani sudah mengenal Yakjuj & Makjuj dengan nama Scythian
    -Arti kata “Scythian” dalam bahasa Yunani
    -Lokasi Yakjuj & Makjuj Scythia menurut Peta Yunani Kuno
    -Yakjuj & Makjuj berasal dari Padang Rumput Eurasia
    -Tembok Penghalang keluarnya Yakjuj & Makjuj
    -Ketika Yakjuj Makjuj Scythia Keluar menerobos ”Sadd” Kaukasus dan membuat teror di Asia Barat / Timur Tengah (750-587 SM)
    -Raja-raja Dunia yang pernah memerangi Yakjuj & Makjuj Scythia (675-327 SM)
    -Peperangan Raja Phraortes dari Media melawan Yakjuj Makjuj Scythia (675-653 SM)
    -Raja Psammetichus dari Mesir menemui Yakjuj Makjuj Scythia (673 SM)
    -Peperangan Raja Cyaxares I putra Phraortes dari kerajaan Media melawan Yakjuj Makjuj Scythia (647 SM)
    -Peperangan Raja Sinsharishkum dari Assyria melawan persatuan Media-Babilon & Yakjuj Makjuj Scythia (612 SM)
    -Peperangan Raja Ashur Uballit II raja Assyria terakhir (610 SM) melawan Yakjuj Makjuj Scythia
    -Raja Nekho dari Mesir (609-605 SM)
    -Peperangan Raja Zedekiah dari Yudea Yerusalem melawan gabungan Babilon dan Yakjuj Makjuj Scythia (587 SM)
    -Peperangan Raja Cyrus the Great dari Persia melawan Yakjuj Makjuj Scythia (559-530 SM)
    -Peperangan Raja Cambyses II putra Cyrus melawan Scythia (530-522 SM)
    -Peperangan Raja Darius I dari Persia melawan Yakjuj Makjuj Scythia (522-486 SM)
    -Peperangan Raja Philip Macedonia melawan Yakjuj & Makjuj Scythia (339 SM)
    -Peperangan Raja Alexander the Great Macedonia melawan Yakjuj & Makjuj Scythia (329-327 SM)

    BAB 5: SPIRITUALISME DI NEGERI ALEXANDER: OASIS MONOTEISME DI TENGAH GURUN TANDUS PAGANISME YUNANI
    -Kultus Kesuburan
    -Agama dan Politik di Yunani Kuno
    -Jejak Monoteisme di Negeri Yunani Kuno
    -Xenophanes (580-470 SM) mengkritik Mitologi & Politeisme (Paganisme) karya Homerus
    -Socrates (470-399 SM) seorang mukmin yang dibunuh penguasa Athena dengan cara menelan racun
    -Tiga hari sebelum dihukum mati, Socrates bermimpi bertemu Bidadari dan dijanjikan masuk Surga Pythia
    -Socrates adalah salah seorang monoteisme yang percaya kepada Allah
    -Hukuman Allah kepada penguasa Athena (395 SM) karena membunuh Socrates
    -Socrates adalah “Luqman al-Hakim” yang disebutkan dalam Al Qur’an
    -“Luqman” berarti “menelan”: dia adalah Socrates yang menelan racun
    -Sejak kecil Socrates sering didatangi suara-suara Ilahi yang mengandung Hikmah
    -Mungkinkah Socrates (470-399 SM) adalah utusan atau nabi dari Allah untuk bangsa Athena?
    -Socrates adalah orang yang bijaksana dan pencari Hikmah
    -Socrates menyebarkan monoteisme dikalangan warga Athena, sehingga diseret ke pengadilan karena dakwahnya itu, dengan tuduhan merusak pikiran generasi muda Athena
    -Silsilah Guru Alexander: Aristotles (384 – 322 SM)  Plato (427-346 SM)  Socrates “Luqman al Hakim” (470-399 SM)
    -Aristoteles (384-322 SM) seorang Monoteisme adalah Guru dari Alexander Macedonia
    -Alexander the Great adalah realisasi dari filsafat Aristoteles, Plato dan Socrates
    -Alexander adalah tunas dari benih yang ditabur Socrates, Plato, dan Aristoteles

    BAB 6: AWAL PEMBEBASAN ALEXANDER: YUNANI MENANTANG PERSIA
    -Alexander ditemui lelaki misterius di Dios Macedonia di tepi Laut Aegea
    -Alexander menyeberangi selat Hellespontine / Dardanella (334 SM): Yunani menantang Persia
    -Alexander berjaya mengalahkan Persia dalam Perang Granicus (334 SM)
    -Alexander berjaya mengalahkan Persia dalam Perang Issus (333 SM)
    -Petunjuk Allah adalah Kunci Kemenangan
    -Alexander Bersiap menghancurkan Yerusalem
    -Peta Perjalanan Alexander the Great yang dibuat oleh Barat sejak tahun 1893 – 2004

    BAB 7: PERTEMUAN ALEXANDER DENGAN MUSLIM YAHUDI DI JERUSALEM (332 SM): AWAL JADI MUKMIN
    -Alexander bersiap menghancurkan Yerusalem (332 SM)
    -Para Imam Yahudi menyembelih hewan korban untuk minta petunjuk kepada Allah dalam menghadapi Pasukan Alexander
    -Allah memerintahkan para imam dan penduduk Yerusalem agar mendatangi Alexander dengan kedamaian dan persahabatan
    -Episode Masuknya Alexander ke Jerusalem dihilangkan dari sejarah oleh penulis Barat Kuno (Yunani-Romawi) dan Modern
    -Masuknya Alexander ke Jerusalem dalam Tulisan Josephus (100 M)
    -Tiba-tiba Alexander turun dari kudanya dan terduduk hormat di hadapan Imam Yahudi (Imam Jaddua / Shimon Hatsaddik)
    -Masuknya Alexander ke Kuil Yahudi di Jerusalem dalam Inskripsi Talmud
    -Alexander masuk agama monoteisme
    -Imam Shimon Hatsaddik adalah anggota terakhir dari “Dewan Agung Sinagog” yang dibentuk oleh Nabi Ezra (Uzair)
    -Kebencian Yunani-Romawi kepada Yudaisme menyebabkan hilangnya episode masuknya Alexander ke Yerusalem
    -Inilah Bukti bahwa Alexander adalah seorang Mukmin (beriman)
    -Kisah Alexander dalam Talmud Yahudi
    -Masuk Islamnya Alexander adalah awal konflik dengan Callisthenes dan Clitus
    -Generasi Yahudi yang buta sejarah telah menghina Alexander

    BAB 8: PENAKLUKAN ALEXANDER THE GREAT KE ARAH BARAT (MAGHRIB ASY-SYAMSI) DI MESIR MENEMUKAN MATA AIR BERLUMPUR HITAM (‘AININ HAMIAH) DI QATTARA DEPRESSION MESIR DAN MENJUMPAI KAUM AMMON DI SIWAH OASIS (332-331 SM)
    -Awal pembebasan Alexander ke arah barat – Mesir (Desember, 332 SM)
    -Kriteria kata kunci perjalanan Zulqarnain ke arah Barat dalam tafsir Qur’an sebagai dasar pijakan Analisis Content
    -Empat kata kunci penting rute Zulqarnain ke arah barat (maghrib)
    -Analisis Content teks Yunani-Romawi kuno tentang Kisah Perjalanan Alexander the Great ke arah Barat
    -Dalam pandangan Yahudi Kuno, Tanah “Maghrib” adalah Negeri Mesir
    -Alexander memasuki kota Heliopolis dan Memphis di Mesir (Januari, 331 SM)
    -Alexander Mendirikan Kota Alexandria di Delta Nil
    -Alexander dinaikkan ke langit ”mikraj”
    -Alexander melihat ”Qattara Depression” di Mesir (Maret, 331 SM), inilah yang disebut ” ‘ainin hami-ah” (mata air berlumpur hitam) di dalam Qur’an
    -Kajian Peta Perjalanan Alexander ke arah barat (maghrib)
    -Apakah “Qattara Depression” itu?
    -Alexander melihat seakan-akan matahari terbenam dalam Qattara Depression ini (300 Utara)
    -Hamiah (lumpur hitam) atau Hamiyah terkandung unsur panas (lumpur panas)
    -525-522 SM adalah Tarikh terjadinya ‘Ainin Hamiah di Gurun Barat Mesir
    -Cyrus the Great tidak pernah melihat matahari terbenam dalam mata air berlumpur hitam
    -Laut Hitam bukan “Mata air berlumpur hitam”: Siapapun tidak dapat melihat matahari terbenam (23,5 0 Lintang Utara) dari Laut Hitam (410- 47,5 0 Lintang Utara)
    -Satu kalimat kunci “terbenam dalam mata air berlumpur hitam” tidak terdapat dalam literatur Barat Kuno dan Modern tentang Alexander
    -Callisthenes tidak menuliskan episode penting ini dalam Pseudo-Callisthenes
    -Alexander Menuju ke suatu Kaum (Qauman, di Kuil Ammon di Siwah) di sisih lembah Qattara, untuk mengajak mereka meninggalkan penyembahan pada dewa Ammon (Yupiter)
    -Alexander mendapat mahkota “bertanduk dua” dari utusan Cyrene
    -Alexander memasuki Kuil Kaum Ammon
    -Alexander mendapat tanggungjawab rahasia
    -Al Qur’an membuka tabir pembicaraan Rahasia Alexander
    -Proyek pembangkit listrik modern Qattara di Mesir mengungkap ‘Ainin Hamiah
    -Alexander berpatah balik menuju ke Timur (Mathlik)

    BAB 9: PENAKLUKAN ALEXANDER THE GREAT KE ARAH TIMUR (MATHLIK ASY-SYAMS) BERTEMU DENGAN KAUM PRIMITIF ARACHOSIA DI GURUN KEMATIAN DASHT-I MARGO AFGHANISTAN (330 SM)
    -Kajian Perbandingan antar tafsir
    -Tiga kata kunci rute Zulqarnain ke arah timur (mathli’)
    -Analisis Content pada Teks Yunani Kuno dan Peta Perjalanan Alexander the Great ke arah Timur
    -Rute Perjalanan Alexander ke kawasan timur (mathli’)
    -Gaugamela pertempuran terbesar Alexander melawan Persia (1 Oktober, 331 SM),
    -Pasukan berkuda Yakjuj & Makjuj Scyhtia bergabung dengan Persia
    -Alexander tertidur pulas sebelum perang
    -Pada saat tidur itu Alexander mendapat petunjuk dari Malaikat berupa strategi peperangan sehingga selalu menang perang
    -Alexander berjaya mengalahkan Persia di Gaugamela: Darius III lari ke Timur
    -Alexander memasuki Babilon dengan penuh kemenangan (22 Oktober 331 SM)
    -Alexander menuju ke Susa (15 Desember 331 SM) dan Ibukota Persia Persepolis (Januari-Mei 330 SM)
    -Alexander menuju ke Ecbatana
    -Alexander memasuki Hyrcania dan sekitarnya (Maret, 330 SM): Alexander mendengar bahwa Darius telah dibunuh oleh pengawalnya sendiri
    -Alexander berada di Drangiana-Arachosia (April-Juni, 330 SM)
    -Pengkhianatan Philotas terungkap di Drangiana (Mei, 330 SM)
    -Alexander menghukum mati para pengkhianat dan membina bandar ”Prophthasia” yang berarti ”Anticipation”
    -Alexander berada di tempat matahari terbit (mathli’ asy-syams) di Arachosia (Juni, 330 SM)
    -“Arachosia” dalam bahasa Yunani berarti Bangsa Primitif (bangsa yang tidak berpakaian)
    -Kawasan Arachosia inilah yang disebut Qur’an sebagai tempat “qaumil lam naj’al lahum min duunihaa sitraa” (kaum yang tidak berpakaian)
    -Qattara sebagai “Maghrib Asy-Syams”, dan Arachosia sebagai “Mathli’ asy-Syams” berada dalam satu garis lurus 300 Lintang Utara (300 N)!
    -Kaum telanjang Arachosia adalah bangsa Zunj atau Kush (bangsa Negro)
    -Dasht-i Margo (Gurun Kematian) di Arachosia (di Afghanistan modern) adalah lokasi Mathlik asy-Syams yang didatangi Zulqarnain
    -Kematian sebagian pasukan Alexander ketika melewati Dasht-i Margo saat matahari terbit
    -Dari Arachosia ini Alexander berpatah balik menuju Utara (Asia Tengah, Juli 330 SM)
    -Alexander membina bandar Alexander Arachosis (Kandahar modern) untuk kaum primitif (Juli-Agustus, 330 SM)
    -Tiga kata kunci penting terpenuhi di Arachosia

    BAB 10: ALEXANDER MEMASUKI LEMBAH FERGANA “BAINAS SADDAINI” (NEGERI DI ANTARA DUA BUKIT) DI ASIA TENGAH
    -Pencarian atribut kata kunci penting dalam tafsir Qur’an mengenai perjalanan Zulqarnain membina tembok besi
    -Kajian Tafsir Qur’an: ”bainas saddaini” dan ”Kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan”
    -Analisis Content dan Linguistik kisah perjalanan Alexander membina tembok Besi
    -Kronologi Perjalanan Alexander ke utara (Asia Tengah)
    -Alexander membina bandar Alexander Kaukasus (Beghram modern)
    -Alexander menembus pegunungan Hindu Kush untuk mengejar Bessus, pembunuh Darius III.
    -Bactria di Afghanistan bukan kawasan di antara dua gunung ‘bainnassaddaini’
    -Alexander menembus gurun tandus Kara Kum
    -Kematian masal di tepi sungai Oxus karena ketidaksabaran
    -Menyeberangai Sungai Oxus (Amu Darya)
    -Bessus si pembunuh Raja Darius III, tertangkap
    -Alexander membina bandar Alexandria Eschate di tepi sungai Syr Darya (Juli, 329 SM)
    -Pembangunan bandar baru Alexandria Eschate menjadikan Suku Makjuj Scythian merasa terancam
    -Pemberontakan bangsa barbar Scythian dan Sogdiana
    -Kemanakah Alexander saat itu? Ke lembah Fergana negeri kaum Paraetacian
    -Strategi Alexander menggetarkan pertahanan lawan: 5 bandar dikuasai hanya dalam 2 hari saja
    -Alexander memerangai Yakjuj Makjuj Scythia di Asia Tengah
    -Makjuj = Scythian Eropa, dan Yakjuj = Scythian Asiatic
    -Pemberontakan penduduk Sogdiana yang dipimpin oleh Spitamenes
    -Spitamenes mendapat bantuan 600 pasukan berkuda Scythian
    -Spitamenes, pemimpin pemberontak, dibunuh oleh kawannya sendiri dari Scythian
    -Alexander menguasai Sogdiana dan menikahi putri Roxana (328 SM)
    -Alexander memasuki Lembah Fergana yang berada di antara dua gunung/bukit bertemu kaum Paraetacian
    -Paraetacian berarti “kaum atau bangsa yang mengadu”
    -Fergana berarti “kaum yang tidak memahami bahasa yunani” atau bangsa Asing “Foreign”
    -Episode Alexander membina Tembok Besi pada celah sempit di antara dua bukit
    -Hingga sekarang para sarjana Barat modern belum memahami teks Arrian ini sebagai Aktifitas Alexander membina tembok besi
    -Alexander mendapat bayaran berupa makanan selama dua bulan: jagung, anggur, dan daging asin, yang disebut Kharaaj di dalam Qur’an
    -Kata kunci penting kisah Zulqarnain di Al Qur’an telah dicuri oleh penyusun “A Christian Legend concerning Alexander” pada abad pertengahan
    -Kebodohan penulis kisah “A Christian Legend concerning Alexander” menunjukkan bahwa teks-teks kuno Yunani belum bisa diakses hingga awal abad pertengahan (abad 12-13 M) yang menjadikan kisah legenda kristen itu tidak sesuai dengan fakta sejarah hingga tampak kesalahannya
    -Analisis Content Peta Modern Rute Perjalanan Alexander di Asia Tengah
    -Analisis Peta Topografi Asia Tengah modern: menemukan daerah di antara dua gunung
    -Fakta modern menunjukkan bahwa Lembah Fergana adalah “Bainasaddaini” (daerah di antara 2 gunung)
    -Kawasan Fergana menyimpan banyak Sumber Besi (iron) dan Tembaga (copper) serta batubara (coal)

    BAB 11: ALEXANDER BERTEMU BANGSA CHINA PERANTAUAN DI LEMBAH FERGANA “KAUM YANG HAMPIR TIDAK MEMAHAMI PEMBICARAAN”
    -Kaum yang tidak mengerti pembicaraan adalah bangsa China Perantauan (pendatang) di Fergana
    -Bahasa China berbeda jauh dengan bahasa-bahasa di Persia, Asia Tengah dan India
    -Keluarga Bahasa-bahasa di Dunia
    -“Chorienes” dalam bahasa Yunani berarti “bangsa yang baik/beradab”
    -Bukti-bukti bahwa bangsa yang ditemui Alexander di Lembah Fergana adalah bangsa China perantauan
    -Faktor-faktor pendorong dan penarik migrasi orang China Yueh-Chih dari daratan China ke lembah subur Fergana
    -Mengapa sebagian bangsa China Yueh-Chih mengungsi ke Fergana?
    -Di Fergana inilah untuk pertama kali Alexander dipanggil “Zulqarnain”
    -Dalam bahasa China “Zhu” berarti “Pemilik” = sama dengan bahasa Arab “Zu” dalam “Zu al-Qarnain” (pemilik dua tanduk)
    -Nama Yakjuj & Makjuj itu dari bahasa Aramik-Ibrani atau bahasa China?
    -Eksplorasi kata “Yakjuj Makjuj ” dalam bahasa China Mandarin
    -MAKJUJ dalam bahasa China: Ma–Ju atau Ma-Jue (bangsa berkuda)
    -YAKJUJ dalam bahasa China: “Ya-Ju” atau “Ya-Jue” (bangsa dari Asia)
    -Yakjuj & Makjuj (Yajuj Majuj) = Yà-Ju Ma-ju = orang-orang nomad
    -Timeline Peperangan China melawan Yakjuj & Makjuj (1766-200 SM)
    -“YA” dari bahasa China; “JUJ MAJUJ” (GOG MAGOG) dari bahasa Aramik-Ibrani
    -Eksplorasi kata “Yakjuj Makjuj ” dalam tradisi Yahudi

    BAB 12 : DI FERGANA (328-327 SM) ALEXANDER MEMBINA KOTA ALEXANDRIA ESCHATE DAN TEMBOK BESI PENGHALANG KELUARNYA YAKJUJ & MAKJUJ SCYTHIAN
    -Analisis Mapping Pintu Masuk ke Lembah Fergana
    -Di Mulut lembah Fergana, Alexander tidak membina Tembok tetapi bandar Alexandria Eschate
    -Alexander dan pasukannya dalam membangun kota-kota baru dengan cepat, membuktikan bahwa Alexander juga mampu membuat tembok penghalang Yakjuj & Makjuj
    -Alexander membina kubu pertahanan Alexandria Eschate (Juli, 329 SM)
    -Tembok Besi Alexander Zulqarnain terletak di antara bukit Chatkal dan bukit Fergana
    -Tembok / Bendungan Besi menurut Logika Alexander: mengapa dari besi berlapis tembaga?
    -Tanah longsor di kawasan Fergana menyebabkan Tembok Besi Alexander tertutup oleh air sungai Naryn
    -Kajian Tembok Yakjuj Makjuj dan Tembok Besi Alexander Zulqarnain
    -Tembok Besi Alexander Zulqarnain hanyalah salah satu bagian dari Tembok Yakjuj Makjuj
    -Tembok Besi (Iron Wall) bukan Gerbang Besi (Iron Gate)
    -Gerbang Besi “Babu ‘I-Hadid” di Kota Samarkhan bukan Tembok Besi Zulqarnain
    -Gerbang Besi di Tiemen Kuan (265-420 M) bukan Tembok Besi Zulqarnain
    -Gerbang Derbend (560 M) bukan Tembok Besi Zulqarnain
    -Tembok Gorgan (559 M) di Hyrcania bukan Tembok Besi Zulqarnain
    -Tembok Besar China bukan Tembok Besi Zulqarnain
    -Nabi Muhammad saw pernah menyebutkan mengenai Tembok Yakjuj & Makjuj di Kaukasus sudah terbuka
    -Tembok Yakjuj Makjuj adalah penghalang geografis pergerakan manusia
    -Akhir dari Perjalanan Alexander the Great

    BAB 13: KONFLIK INTERNAL ALEXANDER DENGAN PARA PENGANUT AGAMA PAGANISME / POLYTHEISME YUNANI
    -Bergantinya Alexander menjadi Mukmin merupakan penyebab Konflik dengan Callisthenes (327 SM)
    -Tradisi mencium raja atau “Prokynesis” bukan bentuk kultus
    -Pembangkangan Callisthenes kepada Alexander
    -Pembunuhan terhadap seorang paganis Yunani bernama Callisthenes
    -Konflik Alexander dengan Clitus si penyembah dewa Dionysus (328 SM)
    -Dionysus (Bacchus) dewa Anggur bangsa pagan Yunani
    -Perpecahan tersembunyi di kalangan bangsa Yunani
    -Diterjemahkannya Taurat Musa oleh Dinasti Ptolomeus di Alexandria Mesir membuktikan bahwa banyak bangsa Yunani yang tertarik pada ajaran monoteisme Yahudi

    BAB 14: JAWABAN ATAS TUDUHAN
    -Analisis Content (Matan) terhadap teks “The Syriac version of Pseudo Callisthenes” menunjukkan kesalahan fatal yang tidak sesuai sejarah rute Perjalanan Alexander
    -Analisis Content (Matan) terhadap teks “The Christian Legend Concerning Alexander” menunjukkan kesalahan fatal yang tidak sesuai sejarah rute Perjalanan Alexander
    -Penulis “The Syriac version of Pseudo Callisthenes” dan “The Christian Legend Concerning Alexander” telah mencuri kata kunci dalam Al Qur’an
    -Daftar Hasil Analisis Content / Matan Kata Kunci Utama dlm Al Qur’an surat Al-Kahfi 18: 83-99 dalam teks Yunani-Romawi kuno
    -Budge menyebut Knös dan telah berdusta tentang Teks Jacob Serugh dengan mengedit / menambal sulam
    -Perpusatakaan Besar Alexandria telah dibakar oleh Militan Kristen pada akhir abad keempat masehi: Bagaimana bisa teks “A Christian Legend Concerning Alexander” diambil dari arsip perpustakaan itu pada tahun 515 M?
    -Legenda Kristen tentang Alexander dibuat tahun 950 M
    -Timeline hubungan teks Arab-Yunani-Yahudi mengenai Kisah Alexander the Great dan Yakjuj & Makjuj: membuktikan bahwa Al Qur’an tidak mencontoh sumber-sumber Yunani-Roman-Yahudi

    BAB 15: KHOTIMAH
    -Kesimpulan tematik Qur’an surat Al Kahfi 83-99
    -Kronologi kehidupan Alexander the Great (356-323 SM)
    -Hasil penilaian calon Zulqarnain
    -Pelajaran Penting dari Sejarah Alexander the Great si Zulqarnain Kita

  15. saya sokong. zaman tu mmg la xwujud lg agama islam, tapi ajaran tauhid dari Allah telah lama bergerak dari zaman nabi adam lagi melalui utusan2Nya. spt nabi Isa dgn injilnya untuk agama Nasrani sebelum diselewengkan juga ajaran tauhid(monotheisme), xwujud pn lagi islam ketika itu.dikatakan bahawa iskandar tersebut penganut ajaran Nabi ibrahim. sama ada iskandar itu alexander aku xtahu, ada orang kata raja khurush(cyrus the great) dari Parsi mungkin juga iskandar. Allahualam.

  16. Islam secara mutlaknya wujud pd zaman Rasulullah. ajaran tauhid sebelum zaman Muhammad(yg dibawa oleh nabi sebelum) adalah asas kepada apa yang dinamakan Islam sekarang. Still dari Allah yang satu, ajaran tauhid yang sama, cuma Islam yang sekarang adalah ajaran tauhid yang ultimate(lengkap n syumul) dan terakhir sekali diturunkan.. Sekadar pesanan untuk penulis blog ini, hujah anda agak lemah apabila mengatakan alexander itu bukan muslim(samada muslim atau x belakang cerita, krn kita xtahu siapa sebenar2nya iskandar tu) hanya kerana hujah penulis islam hanya ujud pd zaman rasulullah. Seperti anda xtahu langsung perjalanan ajaran tauhid yang diturunkan sejak zaman Adam hinggalah menjadi lengkap, seperti yang kita anuti sekarang, Islam. Banyakkan membaca n mengkaji sebelum menulis, sekadar teguran supaya lebih berhati2. Saya ini pun bukan sempurna, tapi sentiasa dahagakan ilmu=)

  17. have u ever read the original kitab Injil?where did u get the idea that current bible’s contents are altered?just curious.

    hamba Allah

  18. I didn’t get the idea, it’s written on history. Originally there’s one, as time progress, Kings decided to interfere with the Bible.

    It’s good to note that they never mentioned the word altered, but somewhere between the line you’ll get the idea.

  19. Alexander The Great adalah Iskandar Zulkarnain … apakah Lukman Al Hakim itu Socrates?… Jika benar Lukman AlHakim itu Socrates maka Alexander The Great itu adalah Iskandar Zulkarnain seperti yang disebut dalam Surah Al-Kahfi ayat 93-96.

    Agama Muslim itu juga adalah agama Tauhid…Alexender ,Plato , Aristotle , Socrates … apakah mereka ini mengamalkan Monoteizm ataupun mempercayai Tuhan yang Esa iaitu Satu Tuhan… berdasarkan sejarah memang mereka ini mempercayai satu tuhan..

    dan mungkin juga Alexender atau RAja Iskandar ini adalah Muslim.. Wallahu wa’alam.

  20. Mungkin juga seperti telahan anda NokhtahHitam, org barat masyarakat Pagan menganggap Socrates,Plato, Aristotle & Alexender menyembah pelbagai tuhan seperti yg sdara katakan … padahal mereka adalah Ahli Falsafah yang dianugerahkan tuhan mempunyai akal yg menerima fahaman hanya Tuhan yang Esa … sbg contoh : Nabi Ibrahim lahir dalam kalangan orang2 Pagan yg menyembah berhala termasuk bapa nya… begitu juga Nabi Muhammad yg lahir dalam masyarakat Quraishy yg menyembah Latta , Uzza dsb .. maka mungkin kita boleh juga menerima perkara yang sama terhadap Alexender dalam pertimbangan yg sama..wallahu wa’alam.

  21. Mungkin. Tapi perkara itu susah utk dibuktikan.

    Pada awal 1910an, Yahudi telah membeli semua syarikat keluaran buku teks dan difahamkan, fakta telah dipadam dan diputar belit.

  22. Jika Jahudi membeli semua text dan mengubah sejarah
    Lalu kenapa Jahudi tidak mengatakan kalau Alexander itu utusan JHVH mereka ??
    kan mereka lebih punya bukti sejarahnya dibanding Islam karena pada waktu itu kan Alexander ketemu langsung dengan orang Jahudi bukan orang Arab ?

    lagipula pake logika Islam muncul berapa ratus kemudian ,
    jadi kesannya mengatakan Alexander utusan JHVH itu lebih masuk akal !

  23. ada buku bagus lanjutan buku “Alexander adalah Zulqarnain”, iaitu
    LUQMANUL HAKIM ADALAH SOCRATEES BERKULIT HITAM”

    Buku ini adalah buku pertama di dunia yang berjaya membongkar misteri sosok Luqmanul Hakim dalam sejarah. Daripada kajian yang dijalankan oleh penulis, ternyata Luqmanul Hakim adalah ahli falsafah Athens, iaitu Socrates (469-366 SM).
    Tradisi hadith menyatakan Luqmanul Hakim merupakan lelaki berkulit hitam (keturunan negro) dan bekas hamba sahaya. Tetapi Socrates yang selama ini dikenal sebagai pencetus atau bapa falsafah barat, dipercaya berketurunan kulit putih Eropah. Jelas sekali perkara ini bertentangan dengan fizikal Luqmanul Hakim.
    Menerusi kaedah perbandingan Sinkronik-Diakronik, analisis kandungan, analisis bingkai, dan analisis komponen semantik, Muhammad Alexander @ Wisnu Sasongko menemukan adanya dua persamaan:

    Pertama – Bentuk fizikal Socrates sama 100% dengan Luqmanul Hakim, iaitu berkulit hitam dan bekas hamba abdi

    Kedua – Ajaran falsafah Socrates memiliki tematik sama 100% dengan nasihat Luqmanul Hakim dalam Al-Quran, menerusi surah Luqman.

  24. ni kandungan isi buku tu:

    . Pendahuluan

    . Terjemahan Surah Luqman

    . Sejarah Hidup Socrates dan Falsafahnya

    . Garis Masa Yunani kuno

    . Socrates Berkulit Gelap Keturunan Afrika di Yunani
    . Socrates adalah Hamba kepada Alcibiades

    . Socrates Ahli Hikmah dan Pencari Hikmah

    . Socrates Mengajar Manusia supaya Bersyukur kepada Allah dengan Cara Mengenali Diri Sendiri dan Sembahyang

    . Nasihat Socrates supaya Tidak Menyekutukan Allah

    . Socrates Berpesan supaya Lamprocles (Anaknya) Berbakti kepada Ibu Bapa

    . Socrates Percaya Tuhan akan Membalas Semua Perbuatan Manusia

    . Socrates Mengajak kepada Kebaikan dan Mencegah Kejahatan

    . Kesabaran dan Kawalan Diri Socrates

    . Usah Sombong

    . Socrates Mengajak Hidup Bersederhana

    . Tuhan Memudahkan Segala-Galanya untuk Manusia

    . Socrates Dihukum Mati Menelan Racun sehingga Digelar “Luqman”

    . Mencari Maksud Kata Nama Socrates dan Luqman

    . Menuju Pemurnian Falsafah Socrates

    . Kesimpulan: Socrates (469-399 SM) adalah Luqmanul Hakim dalam Sejarah

    selamat membaca

  25. Aku sudah baca 🙂

    Secara umumnya, buku ini ditulis oleh Wisnu Sasongko @ Muhammad Alexander berasal daripada Indonesia. Setakat ini beliau telah menulis sebanyak 4 buah buku yang tebalnya sekitar 700 muka surat semua sekali.

    Secara zahirnya, buku ini ada tiga bahagian. Bahagian pertama bertajuk ‘Mengenali Socrates’ yang mengandungi 5 bab. Bahagian kedua bertajuk ‘Hikmah Socrates’ yang mengandungi 10 bab. Dan bahagian ketiga bertajuk ‘Kematian Socrates’ yang mengandungi 3 bab dengan 1 bab Kesimpulan.

    Secara ringkasan isinya, buku ini mencari siapakah di sebalik Luqman al-Hakim yang Allah SWT bicarakan dalam al-Qur’an. Penulis yakni Wisnu Sasongko meletakkan calon Luqman iaitulah Socrates. Umum mengetahui bahawa Socrates adalah ahli falsafah Yunani silam yang hidup sekitar 400-300 SM. Banyak penulis Barat menyifatkan beliau sebagai seorang yang berkulit putih seperti bangsa-bangsa Yunani yang lain. Malah, beliau juga dikaitkan dengan tuduhan sebagai seorang lelaki yang melawan tabiinya dan beragama paganisme (politeisme) seperti anutan bagsa Yunani ketika itu. Namun, Wisnu Sasongko berusaha mengemukakan hujahnya bahawa Socrates bukanlah seperti yang disifatkan penulis Barat, malah beliaulah calon Luqman al-Hakim dalam al-Qur’an. Buktinya diutarakan dalam dua sudut. Pertama, sudut fizikal sebenar Socrates; dan kedua, kaedah Socrates berfalsafah.

    1. Socrates adalah lelaki berkulit hitam, berbibir tebal, berhidung kemek, anak kepada seorang hamba dan seorang hamba abdi. Dalam bahasa mudah beliau berketurunan Negro.
    Hal ini dilihat dalam sebuah Hadith Rasulullah SAW bahawa Luqman al-Hakim yang hidup di zaman Nabi Daud adalah seorang yang berkulit hitam. Memang terdapat khilaf antara ulama Hadith tentang kesahihan Hadith tersebut. Namun, WS menyatakan bahawa Hadith tersebut adalah sahih. Sebagai bukti, sila Google imej Socrates dan anda akan dapati wajahnya berbeza dengan Plato, Aristotle dll.

    2. Socrates adalah seorang ahli falsafah yang suka menyampaikan kebenaran atau persoalan ketuhanan melalui kaedah soal-jawab atau kaedah dialektik.
    Hal ini dilihat dengan keselarasan antara isi kandungan al-Qur’an dengan hikmah-hikmah yang disampaikan (didakwah) oleh Socrates kepada anak-anak muda Athens. Ucapan-ucapan ini dibukukan semula oleh beberapa orang muridnya antaranya Plato dan Xenophon. Kesemua nasihatnya dilihat selari dengan isi kandungan al-Qur’an.

    Persoalannya, bagaimanakah Socrates dikatakan seorang penganut paganisme? Mengapakah beliau dituduh sebagai lelaki berperilaku luar tabii? Dari manakah Socrates mendapat ilmu ketuhanan sekiranya benar dia seorang monotheisme? Apakah sebab utama penulis Barat menyembunyikan identiti beliau seorang berkulit hitam? Malah di akhir hayatnya dia dihukum bunuh oleh pemerintah Athens, mengapakah ia berlaku? Untuk menjawab persoalan-persoalan ini, silalah beli dan baca sendiri buku ini. Wisnu Sasongko buat buku ini agar kalian beli dan membacanya, insha-Allah tak rugi.

    Buku & versi ebook boleh dibeli di sini: http://pts.com.my/buku/luqmanul-hakim-adalah-socrates-berkulit-hitam/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *